Auto News

some_text

Breaking News

Pemkab Garut Siap Buka 1.200 Kios Pasar Limbangan

Garut ToleranVIVA.co.id - Pemkab Garut akan merevitalisasi pasar tradisional guna mempertahankan dan meningkatkan eksistensi pasar tradisional. Salah satunya berada di utara Garut, tepatnya di Kecamatan Balubur Limbangan. Pemkab menunjuk PT Elva Primandiri sebagai pengembang revitalisasi pasar.

Dirut PT Elva Primandiri, Elva Waniza, menyampaikan revitalisasi pasar Limbangan meliputi pembenahan fisik, penataan kebersihan, keamanan, kenyamanan, keindahan serta tata kelola pasar, sejalan dengan konsep pasar tradisional bersih, sehat, nyaman, dan representatif.

"Sedikitnya ada 1.200 kios dan los yang disediakan bagi pedagang existing dan lainnya tiga lantai," ujar Elva melalui rilis yang diterimaVIVA.co.id, Minggu, 8 Maret 2015.
Dari sisi tata letak pedagang, Elva bakal mencontoh Pasar Baru Bandung, yakni semua lantai laku. Dia juga menyiapkan jalan untuk belanja yang seimbang dengan jumlah kios, dan memperhatikan estetikanya.

Dari sisi kesehatan dan kenyamanan, pengembang pun mengolah air limbah melalui biotech agar tidak bau serta menyediakan truk yang selalu buat mengangkut sampah setiap hari.

"Ditargetkan Pasar Limbangan selesai setelah Idul Fitri 2015," kata Elva.

Nantinya, jelas dia, kios dagang dihargai dengan harga terjangkau yakni Rp9.500.000 dan los Rp6.500.000 per meter persegi.

"Harga itu relatif terjangkau bagi pedagang existing yang sudah punya surat izin kepemilikan dari Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Garut atau Surat Keterangan Usaha dari UPTD Pasar," ujar Elva.

Ia berharap revitalisasi pasar tradisional yang menjual segala macam kebutuhan masyarakat dengan kemasan modern itu bisa menghadang laju pasar modern yang terus semakin mengganggu pengusaha kecil.

"Jadi nanti seluruh lapisan masyarakat kembali ke pasar tradisional yang modern, lengkap, sarana dan prasarana cukup. Titik akhirnya, diharapkan daerah setempat bisa maju dan berkembang," ungkap dia.

Tidak ada komentar