Auto News

some_text

Breaking News

Aam Hardiman, Mengabdi untuk Pendidikan Mulai Selatan Hingga Utara Garut


Garut Toleran - Berangkat menjadi guru di SMPN 6 Garut, hidup Aam Hardiman memang untuk mengabdikan diri kepada dunia pendidikan. Meski sekarang telah menjadi pejabat struktural, namun jalan karier yang ditempuhnya tetap lempang di dunia atikan. Aam tak pernah tergoda untuk sekedar mampir menjadi pejabat di luar Dinas Pendidikan, walaupun tawaran untuk menduduki jabatan lebih bagus di luar dunia yang sedang digelutinya kini, cukup terbuka lebar.

Ketika menjadi guru SMPlah, tawaran guna menduduki jabatan datang kepada warga Jalan Bratayuda ini. Saat itu ada dua opsi yang harus dipilih Aam, apakah mau menjadi kepala sekolah atau penilik pendidikan luar sekolah (PLS)? Dan dia memilih menjadi PLS karena pertimbangan ingin bersentuhan dengan masyarakat luas dalam bidang pekerjaannya.
“Selama dua tahun saya bertugas menjadi Penilik PLS di Kecamatan Banyuresmi. Setelah itu ada tawaran kepada saya untuk menjadi Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Pendidikan. Tanpa banyak pertimbangan tawaran tersebut saya ambil. Mengawali jadi UPTD Pendidikan bertugas di daerah pelosok, yakni Kecamatan Mekarmukti, Garut Selatan,” terang Aam, Sabtu (25/4/2015).

Saat jadi Kepala UPTDlah, menurut dia, benar-benar bisa merasakan bagaimana beratnya tugas kalangan pendidikan untuk memajukan dunia atikan. Apalagi bagi yang ditugaskan di pelosok pedesaan, mulai dari guru, kepala sekolah, sampai unsur tenaga pendidikan dan kependidikan lainnya harus menunaikan tugas yang sarat beban dan tanggungjawab di tengah minimnya sarana dan fasilitas.

“Selama 3,5 tahun bertugas di Kecamatan Mekarmukti, saya kerap berjalan kaki jika mengunjungi sekolah-sekolah. Bahkan ada sebuah sekolah yang lokasinya terjauh dari kantor UPTD, sekira 30 KM bila dilalui oleh sepeda motor. Sebenarnya cukup dekat kalau dengan jalan kaki. Mengingat jalannya harus memutar jika menggunakan sepeda motor, maka jaraknya menjadi jauh,” terang Aam.

Banyak peristiwa mengesankan selama bertugas menjadi Kepala UPTD Pendidikan di tepi pantai selatan Garut itu. Di antaranya, selama 3,5 tahun Aam harus sering menjadi doktor (mondok di kantor) karena kalau pergi ngantor harus “didugdag” dari rumahnya yang ada di Kota Garut sangatlah tidak mungkin. Bukankah jarak antara Kota Garut dengan Kecamatan Mekarmukti itu terbentang jauh ratusan kilometer.
“Kalau sekarang, setelah saya pindah bekerja di dua tempat yang dekat dari rumah, rasanya belum pernah jadi doktor atau menginap di kantor,” ucap Aam seraya menjelaskan, dari Mekarmukti dia dimutasikan ke kecamatan yang ada di wilayah tengah, yaitu Wanaraja.

Setelah menjalankan tugas di Kecamatan Wanaraja selama dua bulan, sungguh di luar dugaan bagi Aam kalau kemudian dirinya akan dimutasikan lagi ke daerah lain. Tepatnya tiga bulan lalu, Aam dimutasikan tempat bekerja ke kecamatan yang berada di wilayah utara Garut, yakni Kersamanah. “Alhamdulillah di tempat baru rasanya betah menjalankan tugas. Tidak seperti di Mekarmukti, di Kersamanah jarak antara kantor UPTD dengan sekolah cukup dekat. Paling jauh jaraknya hanya tiga kilometer,” kata dia. 




sumber: gosipgarut.com

Tidak ada komentar