Rehabilitasi Garut Perlu Perhatikan Kearifan Lokal
Garut Toleran - Guna merahabilitasi sejumlah wilayah di Kabupaten Garut yang terdampak banjir bandang, Deputi Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB Harmensyah menekankan pada aspek build back better and safer.
Menurut Harmensyah Konteks tersebut tidak hanya dilihat pada aspek fisik atau struktur bangunan tetapi juga aspek sosial, supaya kedepannya tidak menimbulkan kecemburuan sosial dan prosesnya dapat disinkronkan dengan kearifan lokal.
”Perlu ada kebijakan siapa yang akan menempati rumah susun dan rumah khusus yang rencananya akan dibangun,” jelas Harmensyah (20/10/16)
Berdasarkan Surat Keputusan Bupati, data pengungsi yang terdampak banjir bandang berjumlah 787 KK (2.525 jiwa) dan data rumah rusak berjumlah 2.529 unit dengan rincian 830 rusak berat, 473 rusak sedang, dan 1.226 rusak ringan.
Rehab-rekon pascabencana banjir bandang Garut ini akan berlangsung selama tiga tahun, dari 2016 hingga 2018. Setelah tiga tahun, nantinya pembiayaan dianggarkan pada APBD Pemerintah Kabupaten Garut. Namun demikian tidak tertutup kesempatan terhadap berbagai pihak untuk bersinergi mempercepat proses rehab-rekon Garut. (kbknews)
Menurut Harmensyah Konteks tersebut tidak hanya dilihat pada aspek fisik atau struktur bangunan tetapi juga aspek sosial, supaya kedepannya tidak menimbulkan kecemburuan sosial dan prosesnya dapat disinkronkan dengan kearifan lokal.
”Perlu ada kebijakan siapa yang akan menempati rumah susun dan rumah khusus yang rencananya akan dibangun,” jelas Harmensyah (20/10/16)
Berdasarkan Surat Keputusan Bupati, data pengungsi yang terdampak banjir bandang berjumlah 787 KK (2.525 jiwa) dan data rumah rusak berjumlah 2.529 unit dengan rincian 830 rusak berat, 473 rusak sedang, dan 1.226 rusak ringan.
Rehab-rekon pascabencana banjir bandang Garut ini akan berlangsung selama tiga tahun, dari 2016 hingga 2018. Setelah tiga tahun, nantinya pembiayaan dianggarkan pada APBD Pemerintah Kabupaten Garut. Namun demikian tidak tertutup kesempatan terhadap berbagai pihak untuk bersinergi mempercepat proses rehab-rekon Garut. (kbknews)






Tidak ada komentar