Auto News

some_text

Breaking News

Pedagang Ikan Di Pasar Guntur Garut Cuma Jual Ikan Hias, Ada Apa?

Garut Toleran - Harga ikan di Pasar Induk Guntur dan Pasar Ikan Tarogong Garut mengalami kenaikan sampai Rp 5 ribu per kilogram. Hal ini disebabkan menurunnya persediaan dan penyaluran ikan air tawar dari Waduk Cirata dan Subang.

Pedagang ikan di Pasar Ikan Tarogong, Asep (35), mengatakan sejak tahun baru 2015 kesulitan mendapat pasokan ikan. Bahkan kini, pedagang di pasar itu hanya menjual ikan hias karena tidak mendapat pasokan ikan konsumsi.

“Sekarang ikan mas lagi kosong di pasar ini. Terakhir harganya Rp 30 ribu per kilogram, dari sebelumnya Rp 25 ribu. Sekarang pedagang memilih berjualan ikan yang lebih kecil atau ikan hias,” katanya, Senin (26/1/2015).

Sejak beberapa hari lalu, katanya, ikan nila naik harganya dari Rp 25 ribu jadi Rp 30 ribu. Ikan nilam dari Rp 35 ribu jadi Rp 40 ribu, dan ikan bawal dari Rp 22 ribu jadi Rp 25 ribu.

Tidak hanya ikan dari Subang dan Waduk Cirata yang mengalami kenaikan harga, katanya, harga ikan dari penambak di Tarogongkaler pun meningkat.

Hal ini disebabkan banyaknya penambak ikan di Tarogong yang memilih mengembangkan ikan hias atau gagal panen.

Hal serupa dikatakan pedagang ikan di Pasar Induk Guntur Garut, Nuryati (40).Dia mengatakan kesulitan mendapat pasokan ikan air tawar dari Waduk Cirata. Akibatnya, harga ikan pun mengalami kenaikan.

“Harga ikan mas sekarang Rp 28 ribu sampai 30 ribu per kilogram. Karena ketersediaan yang menurun, jika biasanya saya bisa menjual 2 kuintal ikan per hari, sekarang hanya 1 kuintal,” katanya.

Nuryati mengatakan kelangkaan pasokan ikan yang disertai kenaikan harganya ini disebabkan cuaca buruk. Para penambak ikan di Waduk Cirata, katanya, banyak yang gagal panen akibat permukaan waduk yang meningkat drastis atau banjir. 

Tidak ada komentar